Jakarta, 26/11/2009 (Kominfo-Newsroom) – Manajer Klinik Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Provinsi DKI Jakarta dr. Maya Tri Siswati mengemukakan bahwa orang-orang yang terlanjur terinfeksi HIV atau Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) perlu didukung agar tetap dapat berproduksi.
Selama ini pemahaman masyarakat terhadap HIV banyak yang keliru, sehingga mereka takut dan mendiskreditkan orang-orang yang terlanjur terinfeksi HIV atau Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), padahal ODHA juga mempunyai hak yang sama dengan orang-orang yang tidak terinfeksi.
“Untuk itu, mereka perlu didukung agar bisa berproduksi seperti yang lainnya,” kata dr. Maya Tri Siswati pada siaran iptek voice di Kemeneg Ristek, Jakarta, Kamis (26/11).
ODHA adalah orang yang sudah terinfeksi HIV, bisa dalam stadium masih HIV positif atau sudah masuk stadium AIDS, tapi virusnya tidak mudah menular, dan hanya karena perilaku-perilaku atau kondisi tertentu yang bisa menularkan.
Jadi dalam kontak hubungan sosial, hubungan pekerjaan, tidak akan menular, kecuali waktu melakukan hubungan badan berisiko tanpa alat pencegah (kondom), menggunakan jarum suntik narkoba bergantian, atau terjadi pertukaran cairan organ tubuh yang bisa menularkan.
Ia mengatakan, ODHA tidak akan menularkan virus kalau hanya kontak-kontak sosial saja. Namun demikian, persepsi keliru di dalam masyarakat masih ada, karena mungkin informasi tentang HIV yang benar secara komprehensif belum merata di masyarakat luas.
“Oleh karena itu, kita sedang memproses bagaimana cara mensosialisasikan tentang HIV dan AIDS secara benar,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait dengan dukungan tehadap ODHA, menurutnya, bisa dilakukan dengan berbagai macam diantaranya dengan memberikan kesempatan untuk tampil/bekerja di tempat produksi, kemudian menghargai hasil kerja mereka seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak terinfeksi.
Selain itu, ada dukungan dari keluarga, bagaimana keluarga tersebut bisa menerimanya, dan keluarga itu jangan stigma, misalnya kalau salah satu anaknya sudah terlanjur terinfeksi HIV, keluarga tersebut tidak mendiskriminasikan antara anak yang terinfeksi HIV dengan anak yang tidak terinfeksi, termasuk diberikan kesempatan untuk sekolah.
Sementara dukungan yang paling penting adalah dari pasangan hidupnya, karena pasangan hidupnya sangat berarti sekali bagi orang-orang yang sudah terlanjur terinfeksi, untuk tetap survive didalam hidupnya.
Menurutnya, orang yang telah terinfeksi HIV belum tentu masuk ke stadium ODHA, perkiraan bisa sekitar 5 – 10 tahun, dan hal itu tergantung dari perilaku hidupnya.
“Kalau dia berperilaku sehat, mendapat dukungan dari keluarganya, istirahat cukup, makan gizi seimbang, mereka bisa bertahan hidup sampai 20 tahun,” katanya. (T. Gs/ toeb)