Jakarta, 9/5/2006 (Kominfo-Newsroom) – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai lembaga pengkajian dan penerapan teknologi secara konsisten dan berkelanjutan melakukan berbagai macam riset, pengembangan dan rekayasa untuk memberikan solusi atas penggunaan sumber energi alternatif.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPPT, Prof. Ir. Said D. Jenie, Sc.D. dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, Material & Lingkungan, Dr. Ir. Marzan A. Iskandar dalam pembukaan Lokakarya Pemanfaatan Minyak Nabati Secara Langsung Sebagai Bahan Bakar Alternatif, di Jakarta, Selasa (9/5).
Dikatakan, harga minyak bumi di dunia tahun ini cukup tinggi dibanding tahun lalu, berkisar US$ 60-70/barel, itu dikhawatirkan bisa memukul perekonomian Indonesia karena meskipun negara ini produsen minyak, tetapi juga termasuk boros minyak dalam pemakaian minyak, tahun ini saja diperkirakan mencapai 1,13 juta barel per hari.
Sedangkan produksi minyak Indonesia rata-rata hanya 1,06 juta barel per hari sehingga terjadi defisit 70 ribu barel per hari, sehingga sejak tahun 2005 Indonesia menyandang predikat negara pengimpor minyak netto. Permasalahan lainnya, minyak yang dikonsumsi adalah minyak mentah, saat ini dengan harga minyak mentah US$ 70 per barel, maka harga solar mencapai US$ 87 per barel.
Selain itu, kapasitas kilang minyak hanya mampu memenuhi kebutuhan BBM sampai 992 ribu barel per hari. Dengan konsumsi BBM yang tidak seimbang, di mana sekitar 43% adalah konsumsi jenis solar, pemeirntah terpaksa mengimpor sepertiganya, karena umumnya suatu kilang minyak tidak menghasilkan BBM jenis tertentu seperti solar sampai sebesar itu, kata Kepala BPPT.
Tingginya harga minyak dunia dan konsumsi minyak Indonesia menurut dia, dikhawatirkan bukan hanya akan mengganggu secara fiskal tetapi juga bisa mengakibatkan merosotnya nilai tukar mata uang Indonesia, karena turunnya cadangan devisa untuk mengimpor minyak mentah dan bahan bakar minyak, kata Said sambil menambahkan, pemerintah harus mulai menggunakan sumber energi alternative seperti gas alam, batubara, biofuel dan panas bumi sesuai kebutuhan.
Untuk itu, BPPT melakukan bermacam riset termasuk berbagai teknologi pembuatan biofuel seperti bio-etanol, bio-diesel dan bio-oil telah dikaji dan sat ini melalui Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi-TIEM juga telah dilakukan kajian atas sumber energi alternatif untuk pengganti minyak diesel dan minyak tanah yang dikenal dengan sebutan “Pure Plant Oil”, katanya.
Pure Plant Oil adalah minyak nabati yang digunakan secara langsung tanpa modifikasi secara kimia. Penggunaannya memerlukan ekstra tanki bahan bakar dan pemanas, serta filter tambahan yang memanfaatkan panas dari mesin untuk menjaga minyak nabati tetap panas agar kekentalannya setara dengan solar, kata Said.
Dengan adanya berbagai macam teknologi alternatif pengganti BBM, menurut dia, diharapkan kesulitan akibat naiknya harga minyak bumi dapat dikurangi (T. GS/id)