Kirim Berita

UE BANTU 13,5 JUTA EURO ATASI PANDEMI INFLUENZA DI INDONESIA

          Jakarta, 9/2/2010 (Kominfo-Newsroom) -  Kepala Delegasi Uni Eropa (UE) Julian Wilson mengatakan, dana hibah UE sebesar  13,5 juta euro yang dikelola WHO telah dipergunakan untuk membantu Indonesia dalam mengatasi pandemi flu burung dan membiayai sejumlah program kesehatan yang berkaitan dengan pencegahan merebaknya virus H1N1.

            “Dana tersebut akan digunakan Indonesia untuk pelatihan pengendalian infeksi bagi 100 rumah sakit rujukan penanggulangan flu burung, pengendalian mutu bagi jaringan laboratorium flu burung, dan proyek percontohan pasar pangan sehat di 10 wilayah,” katanya di sela-sela seminar Mempersiapkan Indonesia Menghadapi Pandemic Influenza, di Hotel Meridien, Jakarta, Selasa (9/2).
            Menurutnya, dana tersebut juga digunakan untuk dukungan bagi penelitian para ahli Indonesia yang dapat membantu di dalam negeri maupun masyarakat global serta mendeteksi sedini mungkin bermutasinya virus.
            “Secara global atau keseluruhan, UE menyediakan dana sekitar 70 persen dari 1,5 miliar dollar AS untuk membantu pencegahan dan pengendalian flu burung di seluruh dunia,” katanya.
            Sementara itu Perwakilan Sementara WHO untuk Indonesia, Stephan Jost mengatakan bahwa pemerintah Indonesia, dengan prakarsa Kementerian Kesehatan RI, beberapa tahun belakangan ini telah melakukan banyak kegiatan dalam menanggapi flu burung.
            Upaya tersebut, katanya, telah menempatkan Indonesia pada posisi siap dalam menghadapi tantangan infeksi pandemi H1N1 tahun 2009 lalu. Karena itu, katanya, WHO akan terus memberikan dukungan dan membantu secara teknis berbagai upaya dalam menghadapi tantangan kedua virus influenza tersebut untuk melindungi kesehatan masyarakat Indonesia.
            Dalam acara tersebut diserahterimakan juga sebanyak 22 ambulans sumbangan UE untuk beberapa rumah sakit terpilih dan seperangkat peralatan penanganan pasien Avian Influenza (flu burung) untuk tujuh rumah sakit, serta beasiswa bagi 48 mahasiswa Indonesia untuk mengikuti program pelatihan epidemiologi lapangan (FETP).
            Penyerahan bantuan itu disaksikan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kemenkes RI, Tjandra Yoga Aditama. (T.Jul/ysoel)


<<< Kembali ke halaman sebelumnya 
 
   COPYRIGHT� 2005 DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA, BADAN INFORMASI PUBLIK