Kirim Berita

4.049 LETUSAN TERJADI DI SEMERU BULAN OKTOBER

            Surabaya, 25/11/2009 (Kominfo-Newsroom) - Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunungapi Semeru di Gunung Sawur Candipuro Kabupaten Lumajang, selama Oktober 2009 telah terjadi gempa letusan sebanyak 4.049 kali di Gunung Semeru.

            Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Jatim, Ir Dewi J Putriatni MSc dalam keterangan persnya, Rabu (25/11) mengatakan, untuk gempa vulkanik dalam terjadi dua kali, tektonik lokal satu kali, tektonik jauh 13 kali, tremor harmonik 174 kali dan awan panas serta semburan lava tidak teramati.

            Dikatakannya, terkait dengan kondisi Semeru saat ini, pihak ESDM Jatim menyarankan masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran Sungai Besok Bang, Kembar, Kobokan, Lengkong dan Besok Sat untuk selalu berhati-hati terhadap bahaya lahar dingin bila musim hujan tiba.

            Sementara dari pengamatan visual Gunung Semeru, selama Oktober gunung tampak jelas, asap kawah/sulfatara nihil, letusan asap terjadi 45 kalidan warna asap putih tipis dengan tekanan gas lemah serta tinggi asap antara 5 - 500 meter dengan arah condong ke utara.

            Sementara itu gunung Bromo yang berada dalam status waspada, telah mencatat kegempaan tektonik jauh 18 kali, vulkanik A satu kali dan hembusan terjadi 1.546 kali. Begitu pula asap kawah putih tipis hingga sedang dengan tinggi asap 50 hingga 75 meter keluar dari puncak kawah, katanya.

           Gunungapi lainnya di Jatim, yakni Lamongan di Lumajang, Arjuno Welirang di Pasuruan, serta Kawah Ijen dan Raung di Banyuwangi, dalam status aktif normal sementara gunung Kelud sejak 3 Juni 2009 statusnya diturunkan dari waspada menjadi aktif normal.

           Di Gunung Lamongan tidak ada kegiatan yang mencolok ditinjau dari pengamatan visual maupun seismik, hanya saja tercatat telah terjadi gempa tektonik jauh sebanyak 26 kali.

           Di Gunung Arjuno Welirang terjadi gempa tektonik jauh 71 kali, tektonik lokal dua kali dan gempa hembusan  51 kali. Sementara untuk Gunung Api Raung dan Ijen tidak ada laporan mengenai aktivitas seismiknya dan untuk pengamatan secara visual, tidak menunjukkan adanya aktivitas menonjol.

           Di Gunung Kelud terjadi gempa vulkanik dangkal 9 kali, vulkanik dalam satu kali, hembusan 24 kali, gempa guguran tiga kali tektonik jauh 438  kali, tektonik lokal empat kali dan Low frequensi tujuh  kali.
           Gunung tersebut masih berpotensi terancam embusan asap yang bertekanan dan temperatur tinggi, untuk itu bagi masyarakat dilarang memasuki wilayah dalam radius 250 meter dari danau kawah, karena dikawatirkan menghirup gas beracun serta bahaya letusan freatik yang terjadi secara tiba-tiba, katanya. (ern/p/id)

 


<<< Kembali ke halaman sebelumnya 
 
   COPYRIGHT� 2005 DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA, BADAN INFORMASI PUBLIK