|
 |
|
|
PT INKA TARGETKAN PENJUALAN SENILAI RP 6,5 TRILIUN Jakarta, 8/2/2010 (Kominfo-Newsroom) – Direktur Utama PT Industri Kereta Api (Inka) Roos Diatmoko mengatakan, dalam kurun waktu 2010-2014 perusahaannya optimistis dapat melakukan penjualan senilai Rp 6,5 triliun untuk 236 gerbong baru menggantikan gerbong lama yang telah berusia di atas 40 tahun. “Termasuk penjualan sebanyak 80 kereta api rel diesel, 208 kereta rel listrik dan 42 lokomotif, dengan total dana mencapai Rp 58 triliun untuk lima tahun,” katanya saat raker dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/2). Pengadaan kereta api dan lokomotif baru itu juga berkaitan dengan masa transisi untuk pengadaan transportasi hemat energi dan persiapan pembangunan program transportasi perkotaan, KA komuter, mass tapid transportasi (MRT) Jabodetabek, Bandung dan Surabaya. Ia juga menyatakan keyakinannya PT Inka akan mampu menjawa tantangan industri nasional dalam penyedian sarana transportasi serta prospek bisnis perkeretaapian dalam transportasi perkotaan modern. “Untuk itu tahun 2010 ini PT Inka menargetkan memperoleh pendapatan sebesar Rp 816 miliar atau meningkat 117,6 persen dibanding pendapatan tahun 2009 lalu yang sebesar Rp 375 miliar,” katanya. Selain itu, pada tahun ini PT Inka juga menargetkan penjualannya dapat meningkat 75 persen diban ding tahun lalu, sehingga laba perusahannya bisa menjadi lebih besar seiring kenaikan pendapatan dan penjualan itu. “Kami harapkan laba PT Inka tahun ini bisa mencapai Rp 35 miliar, atau lebih besar dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 20 miliar. Peningkatan itu diharapkan berasal dari proyek pemerintah dan PT Kereta Api untuk angkutan batu bara dan petikemas," katanya. Mengenai anggaran belanja modal capital expenditure (capex), perusahaannya tahun ini menganggarkan sebesar Rp 40 miliar. Belanja modal tersebut dilakukan untuk kebutuhan investasi bangunan dan mesin. "Dananya berasal dari dana internal," katanya. Dikemukakan juga bahwa PT Inka akan mengekspor sebanyak 50 gerbong kereta api ke Bangladesh. Ekspor gerbong berpenumpang senilai 13,7 juta dollar AS itu ditandatangani Maret tahun 2009 lalu. “Ekspor gerbong ke Bangladesh ditargetkan selesai akhir tahun ini, sedangkan pengapalan pertama akan berlangsung akhir September 2010,” katanya. (mf/ysoel) |
|