|
 |
|
|
SISWA DI KOTA SOLO DIWAJIBKAN KUNJUNGI MUSEUM Solo, 9/2/2010 (Kominfo-Newsroom) - Pemerintah Kota Surakarta akan mengeluarkan kebijakan yang mengharuskan seluruh siswa di Solo, dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga menengah, untuk mengunjungi museum sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah pengunjung museum.
Walikota Surakarta Joko Widodo seperti dikutip siaran pers Seksi Pelayanan Informasi Monumen Pers Nasional (MPN) Solo, Selasa (9/2), menyatakan bahwa langkah itu dilakukan Pemkot untuk meningkatkan minat masyarakat untuk pergi ke museum. “Saya sudah buat surat ke pihak sekolah untuk bersama-sama meningkatkan kunjungan wisata. Kami akan libatkan Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdipora) agar anak sekolah juga belajar di museum, pemkot akan mewajibkan siswa mengunjungi museum,” kata Walikota. Pada 2010 ini, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) menetapkan sebagai tahun kunjungan museum. Langkah ini perlu dibuat mengingat warga masyarakat yang bersedia mengunjungi museum masih 2% dari jumlah penduduk per tahun. Walikota berpandangan bahwa keberadaan museum sebenarnya tidak hanya sebatas tempat untuk berwisata, tapi juga bisa menjadi tempat pembelajaran bagi masyarakat termasuk siswa. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surakarta Purnomo Subagyo menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan para pengelola museum dan pihak Disdikpora terkait upaya meningkatkan jumlah kunjungan museum. Menurutnya, jumlah museum di Kota Solo cukup banyak, diantaranya Museum Kraton, Museum Pers, Museum Radya Pustaka, Museum Batik Danar Hadi yang menyimpan koleksi tak kurang dari 11.000 batik kuno dari berbagai motif, termasuk motif Cina, Jepang, dan Belanda. (toeb/id)
|
|