Kirim Berita

JAKARTA AKAN BEBAS KANTONG PLASTIK PADA 2011

            Jakarta, 9/2/2010 (Kominfo-Newsroom) – DKI Jakarta mentargetkan wilayahnya akan bebas kantong palstik dalam kehidupan sehari-hari pada tahun 2011 mendatang, dan langkah ini ditempuh untuk mendukung kesehatan warganya dan sekaligus menjaga kondisi lingkungan hidup.

           Untuk mencapai target itu, Pemprov DKI Jakarta dan Kadin Jaya akan melakukan kesepakatan bersama dengan para pengusaha di Jakarta untuk mengurangi pemakaian kantong plastik. Penandatanganan kesepakatan bersama akan dilakukan dalam rapat pimpinan provinsi (Rapimprov)-Kadin Jaya, 11 Februari 2010.
           Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan dengan penandatanganan kesepakatan tersebut, ditargetkan DKI Jakarta akan bebas kantong plastik pada tahun 2011. Sebagai gantinya, Pemprov DKI Jakarta dan Kadin Jaya akan mencari bahan pengganti yang berasal dari bahan daur ulang atau bahan yang ramah lingkungan.
            “Tahap awal kami akan menandatangani kesepakatan dengan asosiasi pengusaha ritel Indonesia atau Aprindo. Sementara ini yang sudah menyetujui Carrefour untuk menghapuskan kantong plastik dari kegiatan penjualannya,” ujar Fauzi Bowo usai bertemu pengurus Kadin Jaya di Balaikota DKI Jakarta, Senin (8/2).
            Usai pertemuan, Gubernur minta agar rencana Jakarta bebas kantong plastik pada tahun 2011 tersebut langsung disosialisasikan kepada warga dan pengusaha di Jakarta.
             Ketua Kadin Jaya, Edi Kuntadi, mengatakan, usulan penghapusan penggunaan kantong plastik merupakan inisiatif Kadin Jaya. Selanjutnya akan ditindaklanjuti dalam kesepakatan bersama dengan beberapa asosiasi yang memiliki kaitan langsung dengan penggunaan kantong plastik agar tidak lagi menggunakannya.
             Hal tersebut dilakukan untuk mendukung kesehatan warga Jakarta, lantaran efek penggunaan kantong plastik dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Selain itu, kantong plastik juga tidak ramah lingkungan lantaran sulit diurai oleh tanah.
            “Perlu dicarikan jalan keluar, karena dari sisi harga penggunaan barang, plastik lebih murah dibandingkan dengan bahan daur ulang. Karenanya perlu dilakukan sosialisasi agar pengguna kantong plastik bisa beralih ke bahan yang lebih ramah lingkungan itu,” katanya.
            Edi juga mengharapkan, seluruh pasar tradisional dapat menghentikan penggunaan kantong plastik dan mengajak warga Jakarta beralih dari penggunaan kantong plastik ke penggunaan tas belanja kain atau dari bahan non plastik yang cukup banyak diterapkan negara-negara maju lainnya.
            Direktur Utama PD Pasar Jaya, Djangga Lubis, menuturkan, PD Pasar Jaya siap menerapkan program penghapusan kantong plastik untuk berbelanja di lingkungan pasar tradisional yang ada di Jakarta, sebab PD Pasar Jaya telah melakukan nota kesepahaman mengenai pasar berwawasan lingkungan di seluruh pasar tradisional.
             “Kami akan lakukan sosialisasi ke pedagang. Tapi yang paling penting yaitu bagaimana kita dapat memberikan alternatif pengganti kantong plastik. Jangan hanya melarang saja,” kata Djangga yang yakin program penggantian kantong plastik ke bahan yang ramah lingkungan dapat diterapkan di pasar tradisional.  (beritajakarta.com/toeb)


<<< Kembali ke halaman sebelumnya 
 
   COPYRIGHT� 2005 DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA, BADAN INFORMASI PUBLIK