Kirim Berita

WHO: TIDAK ADA TANDA VIRUS H1N1 TELAH BERMUTASI MENJADI GANAS

            Jakarta, 9/2/2010 (Kominfo-Newsroom) – Hasil pemantaua virus influenza (H1N1) yang dilakukan jaringan laboratorium World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa, hingga kini tidak terdapat tanda bahwa virus H1N1 telah bermutasi menjadi lebih ganas atau mematikan.

Bukti dari berbagai tempat menunjukkan bahwa virus pandemi H1N1 telah secara cepat mengukuhkan dirinya menjadi strain influenza dominan di sebagian besar wilayah dunia.
            “Demikian halnya dengan gambaran klinis influenza pandemi (H1N1) masih cenderung konsisten di seluruh negara,” kata Perwakilan Sementara WHO untuk Indonesia, Stephan P. Jost, di sela-sela seminar mempersiapkan Indonesia menghadapi pandemi influenza di Jakarta, Selasa (9/2).
            Menurutnya, sejak bermula munculnya di Amerika Utara pada April 2009, telah sepuluh bulan dunia berada dalam masa pandemi. Virus menyebar sangat cepat pada bulan-bulan pertama dan kini hampir semua negara telah melaporkan kasus yang telah dikonfirmasi oleh hasil laboratorium.
            Hingga akhir Januari 2010, sebanyak 109 negara/teritori melaporkan adanya kasus dengan konfirmasi laboratorium di wilayahnya, dan sebanyak 15.174 kasus diantaranya penderitanya meninggal dunia.
            Stephan juga mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien tetap mengalami sakit ringan. Meski virus dapat mengakibatkan sakit yang parah dan mematikan, termasuk pada orang-orang yang masih muda dan sehat, jumlah mereka yang sakit parah tetap kecil.
           Namun kecendrungan ini tidak menutup adanya kenyataan bahwa sejumlah besar orang di seluruh negara di dunia rentan terhadap infeksi ini. Sementara di Indonesia, pandemi influenza (H1N1) juga dibarengi adanya virus H5N1 yang kini menyebar pada hewan di wilayah Sumatera dan Jawa. 
            Untuk memberantas penyakit menular ini, pada 2010 akan diselenggarakan sebuah konferensi tingkat dunia di Hanoi, Vietnam. Dalam konferensi tersebut akan dibicarakan tindakan seperti apa untuk mencegah dan mengatasi penyebaran virus influenza seperti flu burung dan H1N1.
            “Indonesia diminta aktif dalam acara itu guna mencegah krisis dan mengantisipasi tantangan dalam sistem pelayanan kesehatan yang dihadapi, hal ini dapat diatasi bersama-sama sehingga jika ada krisis mendatang dapat ditanggulangi. Kami konsisten dan berkomitmen untuk bisa mengatasi tantangan tersebut,” ujarnya.
            Sementara itu, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementrian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama di tempat yang sama mengatakan, hingga Januari 2010 hanya terdapat 1 kasus H1N1, selain itu karena pandemi ini hampir terjadi di seluruh dunia maka semua negara tidak harus melaporkannya lagi ke WHO.
             Meski demikian, upaya pengendalian dan kesiapsiagaan masih terus dilakukan. Di rumah sakit, misalnya,  ruang-ruang isolasi untuk penderita H1N1 maupun H5N1 tetap disiagakan.
            “Minggu lalu Menteri Kesehatan dan Menteri Pertanian juga mencanagkan program “Ternak sehat peternak sehat”, di Sukabumi Jawa Barat, sebagai upaya  untuk membangun desa yang sehat dan peternakan yang sehat,” ujarnya.
            Dijelaskannya, penyakit bersumber dari hewan ini juga menyerang manusia, untuk itu guna mencegah penularannya, sudah disediakan sanitasi dan penyediaan air minum serta fasilitas kesehatan. Sementara untuk hewan seperti  unggas, kandangnya direlokasi untuk tidak berdekatan dengan pemukiman. (T. Jul/toeb)


<<< Kembali ke halaman sebelumnya 
 
   COPYRIGHT� 2005 DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA, BADAN INFORMASI PUBLIK